Guru Mapel : Siti maysaroh
Kelas : X IPA 3
Materi : tata nama senyawa biner
Tujuan Pembelajaran: Diharapkan siswa mampu menyebutkan dan menuliskan nama senyawa biner berdasarkan rumus kimianya .
Cp. Mendeskripsikan senyawa kimia berdasarkan unsur penyusunnya dan menukiskan tata nama secaraIUPAC
Materi:
Tata Nama Senyawa Biner
Pengertian Senyawa Biner
Senyawa biner adalah senyawa kimia yang hanya terdiri dari dua unsur berbeda, baik unsur logam dengan nonlogam maupun nonlogam dengan nonlogam.
Contoh senyawa biner:
NaCl (Natrium klorida)
H₂O (Air)
CO₂ (Karbon dioksida)
Jenis-Jenis Senyawa Biner
Senyawa biner dapat dibedakan menjadi dua kelompok utama:
1. Senyawa Biner Logam – Nonlogam (Senyawa Ion)
Senyawa ini terbentuk dari unsur logam dan unsur nonlogam.
Aturan Penamaan:
Nama logam disebut lebih dahulu.
Nama nonlogam diakhiri dengan -ida.
Jika logam memiliki lebih dari satu bilangan oksidasi, maka bilangan oksidasi ditulis dengan angka Romawi.
Contoh:
2. Senyawa Biner Nonlogam – Nonlogam (Senyawa Kovalen)
Senyawa ini terbentuk dari dua unsur nonlogam.
Aturan Penamaan:
Unsur pertama disebut sesuai nama unsur.
Unsur kedua diakhiri dengan -ida.
Jumlah atom dinyatakan dengan awalan Yunani.
Awalan Yunani yang sering digunakan:
| Jumlah Atom | Awalan |
|---|
| 1 | mono |
| 2 | di |
| 3 | tri |
| 4 | tetra |
| 5 | penta |
| 6 | heksa |
Catatan: Awalan mono pada unsur pertama biasanya tidak dituliskan.
Contoh:
Komentar
Posting Komentar