Kelas 10 IPA Pengenalan Ilmu kimia
A. Metode Ilmiah
1. Definisi Metode Ilmiah
Kata metode berasal dari bahasa yunani methodos yang merupakan gabungan dari kata depan meta (menuju, melalui, mengikuti,) dan kata benda hodos (jalan, cara, arah). Metode Ilmiah berarti cara bertindak menurut system aturan tertentu. Jadi Metode ilmiah adalah suatu langkah-langkah untuk memecahkan masalah yang dilakukan secara sistematis dan terkontrol serta didasarkan pada data empiris.
2. Tahap-Tahap Metode Ilmiah
Di dalam menjelaskan suatu gejala alam, terdapat langkah-langkah metode ilmiah yang meliputi kegiatan merumuskan masalah, mengamati, membuat hipotesis, melakukan eksperimen, dan membuat kesimpulan.
B. Tahap-tahap metode ilmiah
a. MerumuskanMasalah
Merumuskan masalah adalah langkah awal dalam melakukan penelitian atau percobaan.Masalah bersumber dari fenomena atau gejala-gejala alam yang tidak mempunyai jawaban. Masalah dapat berupa hal-hal yang menarik untuk diketahui dan dipecahkan. Identifikasi awal terhadap masalah harus terlebih dahulu dilakukan sebelum merumuskan masalah. Rumusan masalah biasanya dituliskan dalam kalimat Tanya apa, mengapa, bagaimana.
b. Melakukan pengamatan
Pengamatan dilakukan untuk mengumpulkan banyak informasi yang direkam dalam bentuk catatan pengamatan. Data yang diperoleh dapat berupa data kualitatif yaitu data yang tidak dapat dinyatakan dalam angka dan data kuanntitatif yaitu data yang dinyatakan dalam bentuk angka. Namun data kuantitatif lebih sering digunakan dibandingkan data kualitatif Karena data kuantitatif lebih banyak informasi.
c. Menyusun hipotesis
Dari data dapat dipelajari fenomena secara utuh untuk mengambil kesimpulan yang bersifat sementara yang disebut hipotesis. Hipotesis hanya merupakan jawaban sementara yang masih memerlukan pembuktian melalui eksperimen.
d. Menentukan variabel
Sebuah variabel dalam penelitian ilmiah adalah fenomena yang akan atau tidak akan terjadi sebagai akibat adanya fenomena lain. Variabel penelitian sangat perlu ditentukan agar masalah yang diangkat dalam sebuah penelitian ilmiah menjadi jelas dan terukur. Ada 3 jenis variabel yang dapat ditentukan saat melakukan suatu penelitian. Variabel bebas, variabel kontrol, dan variabel terikat.
Variabel bebas atau juga disebut variabel manipulasi adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel terikat. Variabel bebas berfungsi untuk mengetahui pengaruhnya terhadap variabel lain. Contohnya : pada penelitian “Faktor yang mempengaruhi buah mangga”. Kita dapat menentukan variabel bebasnya yaitu jenis pupuk, luas lahan, jenis insektisida, karena variabel tersebut bisa mempengaruhi atau member pengaruh pada variabel lain.
Variabel terikat merupakan variabel respon atau hasil, variabel yang merupakan sebuah aspek yang diamati untuk perilaku sebuah obyek penelitian yang telah diberikan stimulus. Variabel terikat merupakan faktor yang diamati dan diukur untuk menentukan efek dari variabel bebas. Efek tersebut dapat berupa faktor yang muncul, menghilang, atau faktor-faktor lain yang bervariasi bergantung pada apa yang telah peneliti lakukan pada variabel bebas. Variabel ini merupakan variabel yang akan berubah sebagai sebuah hasil dari perubahan variabel bebas. Contoh: jika peneliti hendak mengungkap “pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa”, maka yang menjadi variabel terikatnya adalah “prestasi belajar siswa”. Variabel ini disebut sebagai variabel terikat karena tinggi ataupun rendahnya prestasi beljar siswa tergantung dan dipengaruhi oleh variabel motivasi belajar.
Variabel kontrol merupakan variabel yang dibatasi atau dikendalikan pengaruhnya di dalam hal tertentu. Hal ini mengakibatkan variabel kontrol tidak berpengaruh atau berefek terhadap gejala yang sedang diteliti. Dengan kata lain, pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. Di dalam beberapa penelitian, variabel ini tidak secara eksplisit dinyatakan, namun pada penelitian tertentu yang lebih bersifat eksperimental, pengendalian variabel ini merupakan hal yang cukup krusial. Hal ini biasanya dilakukan untuk mengurangi kerumitan atau kompleksitas permasalahan yang tengah diteliti selain dipakai dalam penelitian eksperimental, variabel kontrol juga sering digunakan oleh para peneliti ketika melakukan penelitian yang bersifat membandingkan. Sebagai contoh, pada penelitian “pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau”, dapat ditentukan variabel bebasnya adalah intensitas/jumlah cahaya matahari, variabel terikatnya adalah laju pertumbuhan tanaman kacang hijau. Untuk mendapatkan hasil yang sesuai, maka ada beberapa variabel yang harus dibuat tetap atau terkontrol, seperti jumlah pupuk dan jumlah air yang diberikan.
e. Melakukan eksperimen
Eksperimen dilakukan untuk membuktikan hipotesis. Pada tahap ini dikumpulkan data berupa data hasil eksperimen dalam bentuk catatan eksperimen, uraian, tabel, grafik, dsb. Untuk mendapatkan hasil eksperimen yang valid, harus disusun langkah-langkah eksperimen yang terstruktur, sesuai dengan tujuan percobaan yang ditetapkan.
f. Membuat kesimpulan
Kesimpulan dibuat berdasarkan data yang diperoleh dari eksperimen dan dianalisis. Kesimpulan yang diperoleh digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan benar. Kesimpulan dapat digunakan menjawab permasalahan. Apabila kesimpulan tidak sesuai dengan hipotesis maka dapat dilakukan peninjauan ulang terhadap penelitian atau percobaan.
3. Penerapan Metode Ilmiah dalam Kehidupan Sehari-hari
Metode ilmiah dapat digunakan untuk memecahkan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kimia dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya bagaimana seorang peneliti ingin menanggulangi pencemaran air.
B. Hakikat Ilmu Kimia
Kimia termasuk salah satu rumpun mata pelajaran IPA SMA yang dibangun atas dasar produk ilmiah, proses ilmiah dan sikap ilmiah. Kimia merupakan ilmu yang diperoleh dan dikembangkan berdasarkan percobaan (induktif) namun pada perkembangan selanjutnya kimia juga diperoleh dan dikembangkan berdasarkan teori (deduktif). Kimia adalah ilmu yang mencari jawaban atas pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana gejala-gejala alam yang berkaitan dengan komposisi, struktur dan sifat, perubahan, dinamika, dan energetika zat. Oleh sebab itu, mata pelajaran Kimia mempelajari segala sesuatu tentang zat yang meliputi komposisi, struktur dan sifat, perubahan, dinamika, dan energetika zat yang melibatkan keterampilan dan penalaran.
Komentar
Posting Komentar